Saturday, November 30, 2019

Melintas di langit Banyuwangi

Pagi itu cerah
Matahati Panas menyengat
Badan berkeringat
Tepat pukul 09:00 pagi tanggal 29 Nov 2019 sudah waktunya berangkat
Berangkat menunaikan tugas
Tugas kewajiban
Kami melintas di jalan beraspal yang panas
Menuju helikopter yang terparkir di ujung landasan yang panas



Semua naik, kencangkan sheetbelt
Kenakan life vest
Kenakan tutup telinga, ear mop
Ada isyarat dari crew hlo, engine nomor satu segera start.
Bergetar terasa
Pilot memperhatikan semua parameter, memastikan mesin aman, kondisi prima untuk terbang
Di pastikan semua aman, mesin nomor dua start
Bertambah getaran yang terasa
Pilot mengecek dan memperhatikan semua sistem aman
Thumb up, pelan namun pasti helikopter menuju ujung landas pacu
Setelah semua normal, langsung badan helikopter terasa, pelan-pelan terangkat
Miring ke kanan pada awalnya
Setelah ketinggian tertentu, terasa helikopter maju
Maju melaju ke arah utara
Menuju lokasi kerja

Di tengah perjalanan
Masih di langit bumi Blambangan
Terlihat gumpalan-gumpalan
Gumpalan putih, awan
Ada pemandangan yang menakjubkan
Ada gumpalan awan
Di atas lapangan
Atau tanah lapang
Di atas awan
Di bawah di tengan lapangan
Gumpalan hitam bayangan
Bayangan hitam di tengah lapangan
Bayangan dari atas dari gumpalan awan



Awan berarak
Diatas tanah yang terlihat panas
Hujan tertahan
Kemarau semakin lama

Semakin sibuk mencari
Mencari pemandangan kanan kiri
Tangan kanan memgang hp yang tidak mati
Mengabadikan setiap momen 
Setiap keindahan yang nampak dari atas
Dari atas bumi Blambangan.

Tak terasa dua puluh menit sudah
Terasa helikopter pelan merendah
Suara alarm dari pilot jadi pertanda
Pertanda sudah tiba
Tiba di Jokotole sudah

Pelan namun pasti
Pilot menurunkan helikopter
HLO mengamati
Petugas pemadam siap di kanan kiri
Nampak bundaran landasan heli
Landing 
Daaan segera HLo mendekati
Pintu di buka
Penumpang keluar menuju helli lounge

Kerja rotasi sudah dimulai

Jokotole 29/11/19



Friday, November 29, 2019

Dualog Crew Connection

Onboard hari pertama sudah harus memakai aplikasi dualog crew connection untuk akses internet dengan quota di batasi 1500 mb perweek.

Masih raba-raba untuk memakainya, ada user name dan password.
Agar lebih aman segera saya ganti password, karena default password semua sama, sehingga bisa di salah gunakan yang lain.
Sedang user name asal sudah terkonek dengan server akan keluar list nama user, nama karyawan yang sudah di tentukan oleh admin nya.

Percobaan, setelah log in di satu hp dan log out, lalu log in di hp yang lain dengan user name yang sama ternyata bisa berjalan dengan baik pula, artinya seandainya user name kita di ketahui orang lain sedang password juga di ketahui orang lain, saat off bisa juga quota kita di pakai orang lain.

Sepertinya hal ini perlu di coba, kalau tidak masalah dengan legal agreement tentunya 🤗🤗🤗.

Dualog crew connection adalah shoftware yang di rancang untuk crew kapal yang onboard, untuk authentication dan kontrol pemakaian internet di kapal.

Dualog crew connection adalah digital platform yang khusus di aplikasikan di dunia maritim untuk keamanan internet, email dan cloud. Koneksinya terhubung secara independen dari provider dengan alat komunikasi yang khusus.

Di perlukan crew email untuk akses ke dualog, dalam hal ini sudah di tentukan oleh admin/crew management system, dan di tempat kerja saya email yang terdaftat di buat tidak bisa digunakan. Atau mungkin nanti seiring berjalan waktu akan ada yang bisa menggunakan email yang terdaftar tersebut, maklum alat/sistem baru.

Setiap crew/user bisa melihat dan mengontrol pemakaian data yang tersedia.

Seperti yang terlihat pada gambar di atas.

Bahkan seandainya di terapkan, apabila crew memakai melebihi quota data yang di sediakan, management system bisa otomatis memotong gajih karyawan untuk setiap kelebihan pemakaian quota data yang disediakan oleh management system.

Pada saat setting awal, management system akan menentukan user name dan password  sehingga buat crew yang baru onboard dan belum pernah menggunakan aplikasi ini akan mudah mengakses untuk pertama kali, dan selanjutnya sebaiknya segera ganti default password nya untuk keamanan pribadi setiap user.

Aplikasi dualog bisa di download di application store android atau bagi pemakai iphone juga tersedia di application store apple.

Daan mulai penerapan aplikasi ini, berarti setiap crew harus benar-benar kontrol pemakaian, karena 1500 mb perminggu kalau tanpa kontrol bisa habis dalam dua atau tiga hari, sehingga empat hari berikutnya ya harus manyun tanpa akses internet untuk komunikasi dengan keluarga.

Selamat menikmati pemakaian akses internet onboard dengan sepenuhnya kontrol di tangan kita 🤗🤗🤗.

Sedikit masalah dengan crew yang baru onboard sementara di hp dia belum terinstall aplikasi dualog crew connection.

Tapi donwori jangan kuatir, aplikasi ini bisa di transfer dari sesama crew yang hp nya terinstall share it atau platform aplikasi yang lain yang bisa transfet aplikasi antar hp. Atau bisa di transfer via bluetooth tentunya apabila hp pengirim aplikasi sudah terinstal aplikasi share applicatian via bluetooth.




Thursday, November 28, 2019

Bandung-Cengkareng-Banyuwangi

Tepat jam 03:00 Primajasa start dari Caringin Bandung menuju Cengkareng Jakarta.

Bus terasa nyaman, seat yang longgar, bersih dan terkesan elegan.
AC terasa dingin, jadinya ya harus di tutup yang tepat di atas kepala, di seat nomor 9.

Bus berjalan halus tidak terasa tersentak-sentak, halus pak sopirnya, tidak lama setelah di dalam tol sayapun pules tidak sadar.
Terbangun tepat 04:22 segera tayammum dan sholat subuh sambil duduk di kursi.
Selanjutnya plek tertidur lagi 🤗.

Dan terbangun lagi ketika bus berhenti dipinggir jalan entah apa alasannya, saya hanya melihat sopir turun, pun kenek.

Dan tidak lama kemudian bus jalan, 05:28 crew bus mengumumkan terminal tiga, garuda persiapan.
Segera periksa barang dan saya pun siap-siap turun.

Ternyata waktu tempuh Bandung Cengkareng kira-kira hanya dua jam setengah, cepat juga ya.

Mungkin lain kali di coba berangkat jam empat subuh, berarti jam tujuh kurang akan sampai di Cengkareng, kalau lancar.
Ya kalau lancar, kalau tidak ya bakal ketar-ketur takut ketinggal pesawat.

Turun di terminal tiga, periksa barang bawaan sebelum masuk terminal daan untuk kali pertama saya mencoba mesin check in yang jejer-jejer itu.

Touch screen, tinggal nutul-nutul sesuai yang tertera di screen eeee ternyata gampang, daaan tiket jadi.

Lanjutkan perjalanan, menuju tempat blowdown pagi, white house, toilet 😄.

Petugas kebersihan sangat sopan dan selalu mengucapkan salam, selamat pagii kepada setiap pengunjung yang kelihatan terburu-buru dengan berbagai perasaan yang sama.

Di jawab atau tidak oleh pengunjung, tetap petugas kebersihan memberikan senyum sapa salam kepada semua pengunjung toilet, nyaman deh rasanya.

Ya sayapun mencoba berbuat baik, setelah ringan di perut sayapun keluar sambil senyum "terima kasih mas ya" . Terima kasih kembali pak, salam saya di kembalikan 😀😀😀.

Masuk ruang tunggu, belum di tentukan gate berapa, ceritanya kepagian datang.
Bulan lalu di gate enam belas, ya sudah standby di gate ini, sambil pasang kuping mendengar pengumuman.

Banyak juga yang standby duduk di gate ini.
Ada yang sibukbdengan handphone, ada yang dengan komputer,ada yang asik bercengkerama dengan macam-macam bahasa.


Tuesday, November 26, 2019

Memotong Celana di pasar Andir Bayongbong Garut

Beli celana ya mesti kepanjangan, ya mesti harus dipotong.


Pagi ini sambil menyelam minum air, sambil mengantar istri belanja sambil ke tukang jahit untuk memendekkan celana.

Belakangan ramai pembahasan celana cingkrang,

Ada yang mengaitkan dengan isu teroris, ah menurut saya itu berlebihan.

Tapi tentu tidak menurut mereka yang berasumsi jelek terhadap pemakai celana cingkrang.

Saya kalau bercelana tidak memanjangkan melebihi mata kaki, itu sudah sejak lamaa sekali.
Tapi saya bukan teroris.
Meskipun juga bukan warga terbaik di negeri ini.

Guru ngaji kami menasihatkan, sebagai warga negara yang baik supaya tunduk dan patuh kepada pemerintah yang sah dan berdasarkan UUD 45 dan Pancasila, meskipun guru kami bercelana cingkrang, pun demikian kami para murid.

Duluu ketika ngaji di satu pesantren di daerah Wadungasri, guru saya Gus Wahab. menerangkan, bahwa ulama salaf (bukan kelompok salafi yang sekarang lagi ngetren) dulu kalau sarungan tidak pernah manjangkan sarungnya melebihi mata kaki. 
Ketika menerangkan hadits " irfa' izzaroka..."

Dulu ketika saya kecil. Ketika saya memakai sarung sampai kensreh (memanjang) ke tanah, nenek saya, mbok lik kami memanggil, Maslihah namanya, istri ketiga kakek saya, beliau langsung mengingatkan " Nek yaimu sik urip, gak seneng nek ndelok wong sarungan koyo ngunu". Seandainya kakekmu masih hidup dia tidak suka melihat orang sarungan seperti itu, memanjangkan melebihi atau menutupi mata kaki.

Kakek saya adalah pengikut tariqat, saya tidak tahu apa tariqatnya.
Saya lahir kedua kakek saya, dari bapak dan dari emak, keduanya sudah tidak ada.
Sudah meninggalkan alam dunia.

Ketika mbok lik meninggal, di makamkan di sebelah yai Dul, ternyata kain kafannya masih putih.
Ketika bapak saya meninggal di makamkan disana juga, kain kafan Yai Dul masih putih.
Ketika 2014 emak saya meninggal, dikubur dekat yai Dul, kain kafannya juga masih putih, jasadnya masih utuh.


Padahal kakek saya itu pejuang, tapi kalau berpakaian bawah tidak melebihi atau menutupi mata kaki. Penjelasan mbok Lik, mbok Maslihah.

Kakek saya adalah pejuang menurut kami, tapi memang teroris menurut Belanda.

Menurut cerita kakek saya termasuk orang yang ngincipi di buang ke Nusa Kambangan oleh Belanda, tapi tembok penjara tidak mampu menahan kekuatannya, dan berhasil berenang ke pulau jawa untuk kembali ke Surabaya dan bertempur lagi di Surabaya.

Beliau, kalau menurut cerita mbok lik, ya cingkrang celananya.

Paman saya Farhan, putra kedua kakek saya dari istri pertamanya, yai Dul kami memanggil, Abdul Manan nama kakek saya, beliau paman kalau bercelana ya cingkrang tapi dia pejuang.

Pernah beliau cak Han cerita, pas di medan pertempuran ketemu bapaknya, kakek saya, yai Dul, Abdul Manan.

Cak Han, kami memanggilnya, panggilan pendek dari namanya Farhan, beliau di marahi bapaknya, yai Dul kakek saya.

Saat itu juga kesaktian paman, di ambil atau di netralkan yai Dul, sehingga cak Han akhirnya ke pesantren.

Gonta ganti pesantren.

Yai Dul bilang, "wis awakmu gak usah melok perang, muliyo mondok ae ngaji ae".
Sudah kamu gak usah ikut perang, sana pulang saja, mondok saja, ngaji saja.

Keduanya adalah pejuang yang bercelana cingkrang, yang tidak melebihi atau menutupi mata kaki.

Dan dari keduanya saya niru, serta didasari keyakinan akan sebuah dalil, celana saya cingkrang, tapi saya bukan teroris.

Saya fikir terlalu terburu-buru melabeli orang bercelana cingkrang sebagai kelompok radikalis.

Yang melabelipun belum tentu termasuk mereka yang memperjuangkan dan merebut kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajah, seperti kakek dan paman saya yang pejuang bercelana cingkrang.

Hendaknya mereka memberi ciri yang lebih spesifik kepada radikalis, daripada hanya melabeli celana cingkrang.

Bapak saya H Nursalim, meskipun tidak cingkrang, tapu celananya tidak sampai kensreh ke tanah, tapi beliau adalah pejuang.

Meskipun tidak pernah mau mengurus minta pensiun sebagai veteran, karena perang kemerdekaan bagi mereka adalah panggilan Jihad, panggilan suci. Sudah kewajiban setiap warga negara untuk membela memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, tapi celana kami cingkrang.

Karena bercelana di atas mata kaki adalah keyakinan, keyakinan yang seharusnya di hormati sebagaimana orang menghormati yang tidak cingkrang.


Bapak pernah cerita, beliau dulu punya kartu anggota bergambar tumpeng.
Tugasnya adalah membunuh Belanda yang bersenjata.

Lalu senjata diambil di taruh di suatu tempat dan tempat itu di beri tanda.

Nanti pejuang lain yang akan mengambil sejata itu untuk dipakai berjuang melawan Belanda.

Orang tua kami adalah pejuang yang bercelana cingkrang.

Didepan tukang jahit, ada toko laken sederhana. 

Barang impor kwalitas bagus, harga juga bagus tentunya.

Mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah harga untuk topi.

Sempat mencoba, njajal makai ternyata gagah juga, tapi tidak sempat selfie.


Laken yang jejer itu harganya di atas tiga ratus ribu.

Menurut saya itu mahal, tapi tidak kata penjual, tidak mahal untuk sebuah gengsi.

Kata pelapak, harga segitu masih ada yang membeli di sini.

Bahkan yang seharga di atas dua juta rupiah, laku di sini, di pasar Andir Bayongbong Garut.

Garut kan tempat adu domba, tempat domba cantik yang tentunya gengsi pemilik domba akan semakin naik dengan laken itu.

Orang akan mengetahui gengsi pemilik domba dari laken itu.

Garut 26112019

Sunday, November 24, 2019

Minggu Pagi

Pagi cerah, 18 derajad celcius kata hp saya, hp yang lain katanya 19 derajad celcius jam tangan saya bilang duapuluh derajad celcius 😁😁😁. 

Anyway yang jelas kalau di rata-rata ya sekitar angka-angka tersebut.
Kalau jam dan tanggal, kompak la ya, jam di hp dan jam ditangan sama angkanya.

Jam menunjukkan angka 988 dpl, mungkin itu yang dia dapat infokan tentang ketinggian lapangan sepak bola alun-alun Bayongbong.

Pagi ini, pagi sekali jam 06 lebih saya meluncur ke alun-alun Bayongbong, untuk berolah raga.

Lapangan masih sepi, tanah lapang masih ada beberapa genangan iar hujan sisa hujan kemarin sore hingga malam.

Lari-lari sekedar ngangetin badan dan mengeluarkan keringat.

Tidak lama kemudian, satu persatu ada yang datang, dan menggelindingkan bola.

Tendang sana Tendang sini, makin lama bertambah peserta yang datang.

Pemanasan, peregangan dan segera di bagi dua team, daàn priiit mulai main bola yang sudah rutin setiap minggu pagi.

Lumayan, pertemanan, keakraban persaudaraan dapat terbina debgan baik dengan acara bola seperti ini.

Sejam lebih bermain bola, sejam lebih bersama berolah raga, terjatuh sydah biasa.
Tertendang atau termenendang juga sudah biasa, susah memang berlari sambil mengontrol arah kaki.
Senggol sana senggol sini juga sudah biasa.

Bahagia semangat meskipun lelah dan berkeringat 

Enjoy mibggy pagi dengan olah raga pagi.

https://youtu.be/YnNCWw96pdc

Friday, November 22, 2019

SAFAR X UNJ 2019

Kemarin, kamis 21 Nov 2019, pagi.
Ketika akan berangkat ke pasar, mengantar istri belanja, mendapat telepon.
Dari nomor tiga yang jauh disana, di Pondok Gede, yang boarding di sekolah PDF MIIBS Minhajurrosyidin Ulya kelas XI. Memakai telepon gurunya, karena selama boarding tidak di perbolehkan membawa gadget.

Dari sana suara yang terdengar ngalem ( manja dalam bahasa jawa ).
Minta izin dan doa, dia akan mengikuti lomba Taqdiimul Qishah dalam acara SAFAR UNJ X 2019.

Sambil nyetir saya berteriak, semangat jangan grogi, biar terdengar, soalnya telepon di pegang mamahnya yang sedang bicara dengan dia yang di ujung sana.

Pagi itu, dengan doa dan penuh harap akan hasil terbaik untuk dia yang disana, yang sedang kompetisi.

Terlupakan oleh aktifitas harian, dan kesibukan merenovasi, ndandani pintu kamar mandi musholla di belakang rumah.

Sesekali ingat, sambil mengecek whattsap istri, kali aja ada kabar dari gurunya yang disana, yang menjaga, mendampingi dan memotivasi tentunya

Mendapat kiriman foto di atas, jam 13:00.
Spontan bertanya, bagaimana hasilnya?. 
Belum mah, lagi menunggu hasilnya.

Berharap yang terbaik buat yang disana, yang berlomba, yang akan bercerita, bercerita dalam bahasa arab.

Kembali beraktifitas, sekedar melupakan harap cemas, mengharap yang terbaik buat dia yang jauh di sana, yang sedang berjuang, berjuang mengukir masa depan.

Kembali aktivitas ndandani sarana ibadah, dengan canda, dengan tawa, capek tak terasa.
Maklum partner sudah tua, lupa melulu, jadi bolak-balik ke toko material.

Bolak-balik ke material, toko material, adaaa saja kekurangan, setengah menggerutu dengan canda menambah ceriah suasana.

Gak ada capek, ga ada stress.
Setiap selesai, saya bilang atos, tapi malah di jawab mencret sama mang partner, karena saya orang jawa.

Pekerjaan kelar, dua pintu baru terpasang di kamar mandi mushollah......masjid kata jamaah di sini.

Jam lima sore kembali ngecek kabar, belum ada kabar.

Persiapan mandi sore, badan penuh keringat dan sedap bau badan saya.

Puncaknya jam lima tiga puluh menit sore hari,
Sambil bersantai setelah dandan-dandan sepanjang hari.
Ada kabar yang menyenangkan hati.
" Alhamdulillaah Yunia Juara dua...."
Alhamdulillaaaah, ternyata yang ngalem berhasil juara kedua, .....
" Ini se DKI ibu?"
" Nasional bu" tulis WA dari ibu Teni, ibu guru yangendampingi.

Dia dan temannya, berdiri di tengah.
Di apit juara pertama dan kedua.
Alhamdulillaah bersyukur, dan baanyak bersyukur atas qodar baik ini.

Tahun ini, Taqdiimul qishah adalah prestasi keduanya.
Yang pertama adalah ketika lomba pidato bahasa inggris se DKI bulan lalu, juara kedua.


Selamat buat anakku, yang ngalem.
Selalu merengek pingin pulang.
Selalu bilang gak kerasan.
Mudah-mudahan sukses berhasil barokah fiddun-ya wal aakhirat buat mu.

Langkah yang baik, qodar yang baik.

Dengan semangat mencari-cari info, akhirnya di laman facebook Safar Unj dapat juga videonya, video pengumuman pemenang, video pemberian piala kemenangan.

Sayang ngeblog pakai hp tidak bisa upload video.

MasyaAllah bangga dan sangat bersyukur atas pencapaian ini, sebab tidak menyangka bahwa dia bisa Ndongeng Bahasa Arab, taqdiimul qishah.

Jazaakumullohu Khoiro kepada para guru, guru pembimbing, guru pendamping dan semua yang mengelola, mengurus, membimbing PDF MIIBS Minhajurrosyidin Pondok Gede Jakarta Timur.


Tuesday, November 19, 2019

RSIA Livasya Majalengka

Jam 07:20 wib meluncur ke Majalengka dari Garut, dari rumah.
Sempat hampir terjadi kecelakaan ketika di jalan pembangunan bapak tua sopir avanza D 7xx BYP mendadak berhenti lampu rem tidak menyala, tersenhar suara aspal berdesit dari gesekan ban dan aspal mobila yang saya tunggangi, alhamdulillah masih aman dan selamat.
Sepertinya sopir avanza tersebut merasa bersalah.
Sebab begitu ada kesempatan dia langsung maju melaju mobilnya sambil seak seok nyalip yang lain.
Hingga diujung didepan kantor pemerintahan dia terhalang angkot, dan saya lihat dari dia punya spion dia melihat saya yang sebenarnya tidak memper salahkan dia.

Pilihan jatuh ke tol Cipali untuk di lalui, pintu tol Cileunyi 08:48 wib, kartu tol di gesek untuk membuka pintu gerbang.

Melaju tersendat karena pembangunan jalan, ketika di angka km 100 mata mulai mengantuk, segera masuk rest area terdekat hanya sekedar melepas lelah dan ngantuk, jam menunjuk angka 09:35 wib.

Setelah terasa segar lanjut menuju majalengka lewat tol Cipali, isi solar dulu cepek. 09:50 wib.

Ngantuk hilang tancap gas, sampai di pintul tol cikahuripan ambil jalur paling kiri, untuk tujuan Cirebon, gesek kartu untuk buka gerbang dan empat puluh delapan ribu limaratus rupiah terdebet dari kartu e tol saya 

Melaju di tol cipali dengan jalannya yang bergelombang dan panjang, memang perlu konsentrasi.
Mungkin ini salah satu alasan sering lakalantas disini. 
Jalan panjang lurus bergelombang, ngantuk dikit keselamatan terancam.

Akhirnya keluar pintu tol Kertajati jam 10:45 wib, tempel kartu plek, terdebet tujupuluh lima ribu rupiah, mahal ya 😗😅😚.

Jalan thimik-thimik mencari lokasi, sambil minta bantuan mbah google.

Daan sampailah juga di RSIA yang dituju, jam 11:30 wib, parkir kendaraan dan istirahat menunggu.
Menunggu panggilan, 
panggilan interview yang jadwalnya jam 13:00 wib sesuai tilpon kemarin sore, senin delapan belas november duakosong sembilan belas.

Hari ini mengantar anak saya yang sudah lulus dari poltekkes bandung jurusan gizi, akhir agustus kemarin wisudanya,ipk 3.51 

Pengalaman kerja pertama yang di perlukan sebagai seorang yang baru lulus program D4 Poltekkes Bandung, jurusan gizi.


Masuk klinik parkir mobil dan keluar jalan, eeh didatangi satpam, dia bilang salah parkir, lhaa tukang parkirnya kok diem aja, apa saya dibkira dokter kali ya.

Sambil menunggu sambil keluar jalan, nostalgia dua puluh tahun lebih yang lalu, sering lewat jalur ini, naik bus. Bus Bhineka Cirebon Cucaheum jadi langganan. 
Tidak banyak berubah, bertemu seseorang di masjid jadi ngobrol deh sampai jam 13:30.

Pamit pergi dan kembali ke RSIA Livasya, ee  sudah selesai interview, ia segera sholat, sholat dzuhur dan ashar di jamak dan qoshr.

14:15 start to Garut lewat jalur Cirebon Bandung.
Kemarau tahun ini kelihatannya terlalu lama, sepanjang jalan, kanan kiri jalan, pohon jati mengering tanpa daun, hanya batang menjulang kuning berjajar tanpa daun.

Enjoy jalur nasional, yang panjang menguntai dengan bus dan truk besarnya.

Semoga aman sampai tujuan.

Mata Batin

Mata batin atau Bashirah Mata atau penglihatan bukan hanya mata atau penglihatan secara lahiriyah tetapi ada mata atau penglihatan batiniyah...